Kali ini saya akan sedikit berbagi pengetahuan mengenai cara
pembuatan pupuk kompos. Temen-teman tentu sudah tau apa itu pupuk kompos bukan
????
Yup !!!! Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik
yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan
organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan baku berupa
material organik dan organisme pengurai. Organisme pengurainya bisa berupa
mikroorganisme ataupun makroorganisme.
Teknologi
pengomposan dikembangkan dari proses penguraian material organik yang terjadi
di alam bebas. Terbentuknya humus di hutan merupakan salah satu contoh
pengomposan secara alami. Prosesnya berjalan sangat lambat, bisa sampai
berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Kemudian umat manusia memodifikasi proses
penguraian material organik tersebut. Sehingga pengomposan yang dikelola manusia
bisa dilakukan dalam tempo yang lebih singkat.
Pupuk kompos
mudah dibuat dan teknologinya sederhana. Semua orang bisa mengerjakannya, baik
untuk skala pertanian maupun sekadar keperluan pekarangan
Cara membuat pupuk kompos:
Bahan :
1. Daun – daun
2. Batang pisang
3. Air kelapa
1. Daun – daun
2. Batang pisang
3. Air kelapa
Cara membuat:
Masukkan daun –daun dan batang pisang yang telah dipotong
kecil – kecil ke dalam tong atau lubang tanah, kemudian campurkan air kelapa
tersebut ke dalam tong. Aduk sampai merata, kemudian tutup tong.
Periksa tong sekali seminggu sambil diaduk rata dan tunggu
sampai ±
3 bulan. Setelah semua bahan bercampur dan membusuk, maka pupuk kompos siap
untuk digunakan.
Cara membuat pupuk kompos:
Bahan:
1. Sampah organic dan nonorganic (sampah rumah tangga) 500 Kg
2. Dedak 1 Kg
3. 20 mm EM 4 (Yang merupakan bakteri Fermentasi)
4. 20 mm Molase
5. air tanah
1. Sampah organic dan nonorganic (sampah rumah tangga) 500 Kg
2. Dedak 1 Kg
3. 20 mm EM 4 (Yang merupakan bakteri Fermentasi)
4. 20 mm Molase
5. air tanah
Cara membuat:
Kumpulkan sampah 500 Kg yang
organic dan nonorganic sampah rumah tangga, nsampah – sampah ini dipotong kecil
– kecil baik secara manual maupun menggunakan mesin pemecah sampah. Sampah yang
dipotong kecil – kecil dicampur dedak hingga merata, setelah itu masukkan 20 mm
EM 4 yangmerupakan bakteri fermentasi dan dicampur dengan 20 mm Molase dan air
tanah mutlak, karena dapat mempertahankan mikroba yang diperlukan untuk
kesuburan tanaman. Campuran bahan kimia tersebut dipercikkan ke dalam sampah
yang bercampur dedak, kelembaban sampah harus dijaga hingga mencapai 40 %
kandungan air. Setelah itu, masukkan sampah ke dalam karung selama 5 hari
dengan kondisi suhu 500⁰ C setelah 2 hari kemudian, sudah terjadi fermentasi dan pupuk
kompos telah siap digunakan. Sampah harus terlindung dari huyjan dan sengatan
matahari jika ditaruh dalam ketinggian maksimal 40 cm, maka sampah akan berubah
menjadi pupuk kompos.
Selamat mencoba……..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar