Minggu, 11 Mei 2014

Pupuk kompos sederhana


             Kali ini saya akan sedikit berbagi pengetahuan mengenai cara pembuatan pupuk kompos. Temen-teman tentu sudah tau apa itu pupuk kompos bukan ????
Yup !!!! Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai. Organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.
             Teknologi pengomposan dikembangkan dari proses penguraian material organik yang terjadi di alam bebas. Terbentuknya humus di hutan merupakan salah satu contoh pengomposan secara alami. Prosesnya berjalan sangat lambat, bisa sampai berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Kemudian umat manusia memodifikasi proses penguraian material organik tersebut. Sehingga pengomposan yang dikelola manusia bisa dilakukan dalam tempo yang lebih singkat.
Pupuk kompos mudah dibuat dan teknologinya sederhana. Semua orang bisa mengerjakannya, baik untuk skala pertanian maupun sekadar keperluan pekarangan

Cara membuat pupuk kompos:
Bahan : 
1.  Daun – daun   
2. Batang pisang  
3. Air kelapa

Cara membuat:
         Masukkan daun –daun dan batang pisang yang telah dipotong kecil – kecil ke dalam tong atau lubang tanah, kemudian campurkan air kelapa tersebut ke dalam tong. Aduk sampai merata, kemudian tutup tong.
Periksa tong sekali seminggu sambil diaduk rata dan tunggu sampai ± 3 bulan. Setelah semua bahan bercampur dan membusuk, maka pupuk kompos siap untuk digunakan.

Cara membuat pupuk kompos:
Bahan: 
1. Sampah organic dan nonorganic (sampah rumah tangga) 500 Kg
2. Dedak 1 Kg  
3. 20 mm EM 4 (Yang merupakan bakteri Fermentasi)   
4. 20 mm Molase
5. air tanah

Cara membuat:
           Kumpulkan sampah 500 Kg yang organic dan nonorganic sampah rumah tangga, nsampah – sampah ini dipotong kecil – kecil baik secara manual maupun menggunakan mesin pemecah sampah. Sampah yang dipotong kecil – kecil dicampur dedak hingga merata, setelah itu masukkan 20 mm EM 4 yangmerupakan bakteri fermentasi dan dicampur dengan 20 mm Molase dan air tanah mutlak, karena dapat mempertahankan mikroba yang diperlukan untuk kesuburan tanaman. Campuran bahan kimia tersebut dipercikkan ke dalam sampah yang bercampur dedak, kelembaban sampah harus dijaga hingga mencapai 40 % kandungan air. Setelah itu, masukkan sampah ke dalam karung selama 5 hari dengan kondisi suhu 500⁰ C setelah 2 hari kemudian, sudah terjadi fermentasi dan pupuk kompos telah siap digunakan. Sampah harus terlindung dari huyjan dan sengatan matahari jika ditaruh dalam ketinggian maksimal 40 cm, maka sampah akan berubah menjadi pupuk kompos.

Selamat mencoba……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar